Merendahlah seperti bintang
Merendahlah seperti bintang – Lihat saja pada bintang di malam hari. Demikian dirinya tinggi menjulang. Ia masih saja merendah diri. Menghadirkan dirinya cukup rendah hingga dapat ditatap melalui air yang bertakung. Hingga kita tidak perlu lagi mendongak ke atas. Cukup sekadar pandang ke bawah dan melihat pantulan imejnya.
Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang,
Berkilau di pandang orang,
di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap,
yang mengangkat diri tinggi di langit Padahal dirinya rendah-hina
(KH Rahmat Abdullah) [1]
~ Merendah diri itu ciri ‘ibadurrahman (Hamba Yang maha pemurah):
Firman Allah swt dalam surah al-furqan 25 ayat ke 63 yang bermaksud:
“Dan hamba Allah Yang Maha Pengasih itu ialah mereka yang berjalan di atas muka bumi ini dengan merendah diri dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka(dengan ucapan penghinaan), mereka mengucapkan salam(kata-kata yang selamat).”
‘Ibadurrahman itu ialah golongan yang menyerahkan diri hanya kepada Allah swt sahaja. Betapa ramai orang yang mengatakan aku termasuk dalam golongan ‘ibadurrahman tetapi tingkah lakunya mengatakan “Engkau termasuk dalam ‘ibadusy-syaitan(hamba syaitan) dan bukan ‘ibadurrahman. [2]
~ Mengapa sombong sedang kamu lahir dari dua jalan kencing?
Ulama salaf ada yang berkata: “Aku hairan terhadap orang yang lahir dari dua jalan kencing, tetapi kemudian dia bersikap sombong. Dia berasal dari air yang hina(dari ayahnya) yang keluar dari saluran air kencing, dan dia dilahirkan(oleh ibunya) melalui saluran kencing.[3]
~ Maksud mengucapkan salam (kata-kata yang selamat):
Al-hafiz Ibnu Katsir RH (wafat 774H) berkata, maksudnya “..dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka(dengan ucapan penghinaan), mereka mengucapkan salam(kata-kata yang selamat).
Yakni sekiranya orang jahil mengumpat mereka dengan ucapan yang buruk, mereka tidak membalasnya dengan ucapan yang buruk pula, akan tetapi memaafkan, membiarkan dan tidak membalas melainkan dengan perkataan yang baik. Sebagaimana rasulullah saw tidak membalas perbuatan jahil mereka melainkan dengan kesabaran dan lemah lembut.[4]
wallahu’alam
–
[1] Filem sang murabbi, kata-kata KH Rahmat Abdullah
[2] Dr.Yusuf al-qaradawi Hafizahullah dalam khutbah as-syeikh al-qaradawi nafahat al-jumuah,
[3] Kata-kata ulama salaf juga dipetik dari buku di atas.
[4] Tafsir al-quranil ‘azim, Al-hafiz Ibn Katsir, terjemahan pustaka imam asy-syafi’i,
Category: tazkirah
Facebook comments:








